Kesehatan

Di Tenggorokan Muncul Sariawan? Ini 6 Solusinya

Tenggorokan muncul sariawan? Melansir dari American Academy of Oral Medicine, sariawan sebagai salah satunya tipe sakit di mulut yang umum dijumpai dan dirasa oleh beberapa orang. Sariawan berbentuk cedera kecil dan berupa melingkar, umumnya dirasakan pada jaringan lunak dalam mulut, seperti lidah, pipi, bibir, bahkan juga kerongkongan.

Pada umumnya, tanda-tanda sariawan di kerongkongan nyaris serupa dengan radang kerongkongan (faringitis) atau radang amandel (tonsilitis). Perbedaannya, Anda dapat menyaksikan ada cedera kecil di kerongkongan saat Anda menjulurkan lidah di depan.

Cedera sariawan umumnya berupa bundar atau oval dengan pinggiran warna kemerahan. Sisi tengah cedera dapat warna keputihan atau kekuningan. Pakai senter atau sumber sinar lain agar Anda dapat menyaksikan cedera sariawan yang berada di kerongkongan lebih terang.

Saat sebelum cedera betul-betul ada, Anda kemungkinan berasa akan rasakan kesemutan atau kesan terbakar pada bagian kerongkongan sepanjang 1-2 hari.

Pada intinya di mana saja keberadaannya, baik itu sariawan di lidah, bibir, pipi, atau kerongkongan bisa mengakibatkan rasa ngilu menganiaya. Bahkan juga, ini dapat membuat Anda jadi malas makan atau sekedar bicara. Merasa sakit condong lebih intensif jika Anda konsumsi minuman atau makanan yang asam atau pedas.

Di Tenggorokan Muncul Sariawan? Ini 6 Solusinya

Cara Mengobati Sariawan di Tenggorokan

  • Melakukan kumur-kumur dengan air garam
    Beragam riset memberikan laporan jika garam bisa menolong memudahkan infeksi dan merasa sakit di tempat yang cedera. Tidak itu saja, karakter antibakteri dan antiseptik yang dipunyai garam efisien untuk menahan cedera makin kronis.Agar Anda cepat pulih, campurkan sekitaran 1/2 sdt garam dalam satu gelas air hangat. Lantas kumur-kumur di kerongkongan sekitaran 1-2 menit. Kemudian, buang air sisa kumuran barusan.
Di Tenggorokan Muncul Sariawan? Ini 6 Solusinya
  • Meminum air dingin
    Trik satu ini termasuk mujarab untuk kurangi pembesaran gara-gara cidera sariawan di kerongkongan. Pertama, persiapkan satu gelas air dingin. Lantas minumlah air dingin sedikit-sedikit serta perlahan-lahan. Tahan pada air di kerongkongan serta biarkan sepanjang beberapa menit. Anda dapat berkumur beserta air dingin seringkali atau hingga rasa ngilu yang Anda alami menyusut.
Di Tenggorokan Muncul Sariawan? Ini 6 Solusinya
  • Menghindari makanan ini
    Makanan yang memiliki rasa asam, pedas, dan panas dapat membuat sariawan di kerongkongan tidak juga pulih. Oleh karenanya, sepanjang sariawan, yakinkan Anda menghindar beragam tipe makanan itu. Anda pun disarankan untuk konsumsi makanan yang empuk dan halus. Jauhi konsumsi makanan yang memiliki tekstur keras dan tajam, misalkan keripik, krupuk, atau gorengan.
Di Tenggorokan Muncul Sariawan? Ini 6 Solusinya
  • Meminum Obat
    Jika memang tidak tahan dan tidak kuat dengan sakitnya sariawan, bisa minum obat sariawan ataupun obat penurun ngilu bisa saja jalan keluar yang akurat. Obat penurun ngilu, seperti paracetamol dan ibuprofen bisa dibeli ke apotek tak perlu membayar resep dokter. Obat ini juga aman diminum oleh semua kelompok umur, terhitung anak-anak. Tetapi, saat sebelum minum obat yakinkan Anda membaca dengan cermat ketentuan gunakan yang tercantum pada paket produk. Yakinkan jumlah yang Anda minum sesuai yang disarankan. Tidak boleh malu untuk menanyakan ke dokter atau apoteker jika Anda tidak memahami ketentuan memakainya.
Di Tenggorokan Muncul Sariawan? Ini 6 Solusinya
  • Melakukan kumur-kumur dengan obat kumur
    Berkumur gunakan obat kumur bisa juga menjadi salah satunya langkah menyembuhkan sariawan di kerongkongan. Di pasar, produk obat kumur ada dengan beragam merk, rasa, warna, dan peranan. Tetapi, yakinkan Anda menghindar obat kumur yang beralkohol dan zat iritan. Bisa juga memilih produk yang memiliki kandungan senyawa hidrogen peroksida, benzokain, dan fluocinonide. Beragam kandungan itu bisa menolong menurunkan ngilu sekalian percepat rekondisi.

Baca juga: Makanan Wajib Dikonsumsi Saat pandemi Covid-19