Kesehatan

SehatQ: 3 Cara Menghitung Hari Pertama Haid Terakhir dengan Mudah

Cara menghitung hari pertama haid terakhir menjadi hal yang penting untuk diketahui kaum hawa. Sebab hari pertama haid terakhir (HPHT) merupakan salah satu patokan usia kehamilan. Mengalami masa kehamilan bagi sebagian besar perempuan memang menjadi hal yang didambakan. Dan menjadi anugerah tersendiri.

Untuk menjalani masa kehamilan, bukan hanya kesehatan saja yang penting untuk diperhatikan, namun usia kehamilan juga sangat penting untuk diketahui. Tak hanya usia kehamilan saja yang penting, hari perkiraan lahir atau HPL juga menjadi hal yang perlu diketahui ibu hamil. Hal tersebut dimaksudkan agar ibu hamil bisa mempersiapkan persalinannya dengan baik.

Selain menggunakan kalkulator kehamilan, salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengetahui usia janin dalam kandungan, salah satunya dengan menggunakan HPHT. Cara ini cukup mudah dan bisa dihitung sendiri. Perhitungan dengan cara mengasumsikan bahwa pembuahan terjadi di hari ke-14 dalam siklus mestruasi tersebut.

Rumus untuk menghitung usia kandungan dengan menggunakan HPHT dikenal dengan sebutan Naegele’s rule. Mengutip dari motherandbeyond.id, berikut ini rumus untuk menghitung hari pertama haid terakhir.

Menghitung Hari Pertama Haid Terakhir di Bulan Januari – Maret

Untuk perempuan yang memiliki hari pertama haid terakhir di bulan Januari sampai Maret, Anda bisa menggunakan rumus “tanggal HPHT + 7 dan bulan saat terakhir haid + 9”. Sedangkan untuk tahunnya tidak berubah. Agar lebih memahami maksud rumus tersebut, berikut contoh kasusnya.

Diketahui HPHT terjadi di 10 Maret 2021. Maka perhitungan HPL nya sebagai berikut.

Bulan = 3 + 9 = 12

Hari = 10 + 7 = 17

Sehingga perkiraan HPL menjadi 17 Desember 2021.

Menghitung Hari Pertama Haid Terakhir di Bulan April – Desember

Apabila hari pertama haid terakhir terjadi di bulan April sampai Desember, maka perhitungannya berbeda lagi. Rumus untuk menghitung hari pertama haid terakhir di rentang bulan tersebut yaitu dengan cara “tanggal HPHT + 7, bulan haid terakhir – 3, dan tahun saat haid terakhir + 1”. Berikut ini contoh kasusnya.

Diketahui HPHT 8 November 2021. Maka perhitungan HPL-nya sebagai berikut.

Tahun = 2021 + 1 = 2022

Bulan = 11 – 3 = 8

Hari = 8 + 7 = 15

Jadi, perkiraan kelahiran bayi tersebut 15 – 8 – 2022 atau 15 Agustus 2022.

Menghitung Hari Pertama Haid Terakhir untuk Siklus Tidak Teratur

Kedua cara di atas merupakan metode yang digunakan apabila ibu hamil tersebut memiliki siklus haid yang teratur. Jika ternyata, Anda memiliki siklus menstruasi yang tidak teratur, maka Anda bisa menggunakan rumus HPHT Parikh untuk mengetahui HPL. Masih mengutip dari motherandbeyond.id, berikut rumus HPHT Pariks beserta contohnya.

Rumus : HPHT + 9 bulan + (siklus haid – 21 hari).

Contohnya, terdapat perempuan yang memiliki HPHT 10 Juni 2021 kemudian siklus haidnya 31 hari. maka perhitungannya yaitu.

HPL = 10 Juni 2021 + 9 bulan + (31 – 21) = 10 Maret 2022.

Itulah tiga cara menghitung hari pertama haid terakhir yang bisa dipelajari dan dipraktikan sendiri. Namun untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat, Anda bisa langsung bertanya ke dokter kandungan.

Biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan USG yang dapat menentukan HPL dengan lebih akurat. Tak hanya akurat, USG juga membuat ibu hamil bisa mengetahui kondisi bayi dalam kandungannya. Bahkan bisa juga digunakan untuk mengetahui jenis kelamin bayi tersebut. Selain menghitung HPL, anda juga perlu mengontrol berat badan ideal. Anda bisa menggunakan kalkulator BMI untuk mengetahui berat badan ideal anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *